Induksi elektromagnetik
Induksi magnetik merupakan salah satu cara
pembuatan magnet dengan cara mengaliri listrik pada konduktor untuk membuat
medan magnet. Pembuatan medan magnet dengan cara induksi magnetik dikenalkan
pertama kali oleh Hans Christian Oersted dengan pembuktian merubah arah yang
ditunjuk oleh magnet kompas saat didekatkan pada batang konduktor berarus
listrik, sehingga magnet kompas tidak mengarah ke kutub magnet utara dan
selatan melainkan mengarah pada resultan dari medan kutub magnet dan medan
magnet yang dibuat dari batang konduktor berarus listrik.
Prinsip induksi elektromagnetik ini dipelajari oleh
Michael Faraday dalam mengahasilkan arus listrik dari medan magnetik. Setelah
Oersted berhasil menemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet,
maka Michael Faraday (1791-1867) seorang ilmuwan dari Jerman bertanya-tanya
dapatkah medan magnet menghasilkan arus listrik? Termotivasi hal tersebut,
kemudian Faraday pada tahun 1822 memulai melakukan percobaan-percobaan. Setelah
kurang lebih 9 tahun, barulah ia mendapatkan jawabannya yaitu pada tahun 1831
ia berhasil membangkitkan arus listrik dengan menggunakan medan magnet.
Karena medan magnetik sebanding dengan
jumlah garis medan magnetik per satuan luas, fluks magnetik tersebut sebanding
dengan jumlah garis yang melalui luasan tersebut. Jika medan magnetik tidak
tegak lurus terhadap permukaannya, seperti pada gambar b , fluks magnetik
didefinisikan sebagai :
Perumusan GGL Induksi :
GGL hasil induksi bergantung pada laju perubahan fluks magnet yang melalui suatu rangkaian. kesimpulan ini disebut hukum faraday, yang berbuyi :
Jika bayaknya lilitan kumparan = N, maka indusi pada ujung ujung kumparan :
Karena ujung kumparan didekati kutub magnet
utara (U), maka ujung kumparan menjadi kutub utara (U) dan kumparan yang lain menjadi kutub
selatan (S). Dengan aturan tangan kanan diperoleh arah arus listrik keluar dari
ujung kumparan Utara . Sehingga jarum galvanometer menyimpang ke arah kanan.
Sumber belajar :
Fisika Kelas XII, Marteen Kanginan
https://www.youtube.com/watch?v=uRJDqc0rsnw
Berbagai sumber literasi media online
| induksi elektromagnetik |
Fluks magnetik
Kuat medan magnetik dinyatakan
dengan lambang B yang disebut dengan induksi magnet, induksi magnetik menyatakan kerapatan garis gaya magnet. Sedangkan fluks magnetik menyatakan banyaknya jumlah garis gaya yang menembus
permukaan bidang secara tegak lurus, yang dapat dinyatakan dalam persamaan,
sebagai berikut
Dalam hal ini , fluks magnetik
didefinisikan sebagai pekalian medan magnetik B dengan luasan A yang dibatasi
oleh rangkaiannya :
B = induksi magnet (T atau WB.m-2)
A = luas permukaan bidang (m2)
θ = sudut yang dibentuk antara arah B dengan garis normal (radian atau
derajat)
GGL(Gaya Gerak Listrik) induksi
Istilah GGL Induksi sering kita dengar
dalam metode Induksi Elektromagnetik dengan menggerakkan batang magnet dalam
kumparan. Ketika kutub utara batang magnet digerakkan masuk kedalam kumparan,
maka jumlah garis-garis gaya magnet yang terdapat pada kumparan akan bertambah
banyak. Bertambahnya jumlah garis gaya pada ujung-ujung kumparan inilah yang
dinamakan Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi. Arus listrik bisa terjadi jika pada
ujung-ujung kumparan terdapat GGL Induksi. Namun, jarum galvanometer yang
dihubungkan pada kumparan hanya bergerak saat magnet digerakkan keluar masuk
kumparan. Sehingga Arus listrik hanya timbul pada saat magnet bergerak. Jika
magnet diam di dalam kumparan, maka di ujung kumparan tidak terjadi arus
listrik.
Faktor yang Mempengaruhi Besar GGL Induksi
:
a. Kecepatan gerakan magnet
atau kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya magnet.
b. Jumlah lilitan kumparan.
c. Medan magnet.
Perumusan GGL Induksi :
Penghantar yang bergerak dalam medan
magnet dengan kecepatan (v) akan menyapu luasan yang terus berubah. Perubahan
luas inilah yang menyebabkan terjadinya induksi magnetik pada ujung-ujung
penghantar. Induksi magnetik ini juga disebut sebagai GGL Induksi Perumusan GGL
Induksi yang terjadi pada penghantar yang bergerak dalam medan magnet
dinyatakan sebagai berikut:
Hukum Faraday
Telah diketahui bahwa Ggl mengalirkan arus listrik melalui suatu rangkaian tertutup. Jika arus listrik mengalir didalam suatu rangkaian maka di sekitar arus tersebut akan timbul fluks magnetik

Telah diketahui bahwa Ggl mengalirkan arus listrik melalui suatu rangkaian tertutup. Jika arus listrik mengalir didalam suatu rangkaian maka di sekitar arus tersebut akan timbul fluks magnetik
GGL hasil induksi bergantung pada laju perubahan fluks magnet yang melalui suatu rangkaian. kesimpulan ini disebut hukum faraday, yang berbuyi :
“Ggl induksi yang timbul pada ujung-ujung suatu penghantar atau kumparan
sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar
atau kumparan tersebut”
Jika bayaknya lilitan kumparan = N, maka indusi pada ujung ujung kumparan :
Hukum Lenz
Berdasarkan hukum
Faraday, perubahan fluks magnetik akan menyebabkan timbulnya beda potensial
antara ujung kumparan. Apabila kedua ujung kumparan itu dihubungkan dengan
suatu penghantar yang memiliki hambatan tertentu, maka akan mengalir arus yang
disebut arus induksi dan beda potensial yang terjadi disebut ggl induksi.
Faraday pada saat itu baru dapat menghitung besarnya ggl induksi yang terjadi,
tetapi belum menentukan ke mana arah
arus induksi yang timbul pada kumparan. Lenz menyatakan bahwa :
“Jika ggl induksi timbul pada suatu rangkaian, maka arah arus induksi yang dihasilkan sedemikian rupa sehingga
menimbulkan medan magnetik induksi yang menentang perubahan medan magnetik (arus
induksi berusaha mempertahankan fluks magnetik totalnya konstan)”
| arah arus pada hukum Lenz |
Karena ujung kumparan dijauhi kutub
magnet utara (U), maka ujung kumparan menjadi kutub selatan (S) dan ujung yang lain kutub utara (U). Dengan aturan tangan kanan menggenggam diperoleh arah arus
listrik keluar dari ujung Selatan. Sehingga jarum galvanomter menyimpang ke arah
kiri.
Untuk penjelasan lebih lanjut simak video dibawah ini :
Aplikasi dalam teknologi
Generator
Generator adalah alat untuk mengubah
energi kinetik menjadi energi listrik Prinsip kerja generator ada dua macam,
yaitu:
·
Magnet diputar di antara beberapa kumparan.
·
Kumparan diputar di antara kutub-kutub magnet (dalam medan magnet).
Sumber belajar :
Fisika Kelas XII, Marteen Kanginan
https://www.youtube.com/watch?v=uRJDqc0rsnw
Berbagai sumber literasi media online
No comments:
Post a Comment